Red: Budi Raharja
Gunungkidul, Suaradjogja.co, -- Sebanyak 18 RT, Di Dusun Wareng 3 dan Wareng 4, resah karena tidak lancar mendapat pasokan air bersih dari pengelola air. Dugaan sementara, pihak pengelola, tidak bisa mengelola keuangan dengan baik hingga tidak mampu membeli token atau pulsa listrik untuk menghidupkan pompa air.
Hal itu dikatakan oleh Wahid, warga Dusun Wareng 3, kepada media Jumat (11/10/2024) di rumahnya.
"Tolong media memberitakan keresahan kami yang hampir dua bulan tersiksa karena air untuk kebutuhan rumah tangga tidak lancar," keluh Wahid.
Sementara warga lain yang enggan disebut namanya, mengatakan kalau tiap bulan selalu membayar tagihan, tapi air mengalir hanya tiap malam dan hanya beberapa jam kemudian mati lagi.
Karena merasa dirugikan oleh pengelola air dari pihak Kalurahan Wareng, sejumlah warga memasang tulisan protes di depan Balai Kalurahan wareng, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, dan beberapa tempat lain Kamis (10/10/2024).
Lurah Wareng, Ari Wibawa, saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, menjelaskan terkait protes warga, sudah mengumpulka tokoh masyarakat, pengelola air dan warga yang dirugikan. Hasil dari musyawarah, memberikan waktu 10 hari bagi pengelola untuk memperbaiki kelola kelancaran air.
(rep. Budi R.)



