Rep, Supadiyono/ Dari berbagai sumber
SLEMAN - Fenomena kemunculan titik api misterius di rumah Mutfiati, warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.
Terbaru, api kembali muncul pada Jumat malam, 29/5/2026, dan membakar bantal serta plastik wadah telur yang digantung di tembok. Insiden ini menambah daftar kebakaran sporadis yang dalam sepekan terakhir sudah terjadi lebih dari 40 kali di 34 titik berbeda di rumah yang sama.
Sebelumnya, tim gabungan dari BPBD Sleman, Kepolisian, PLN, hingga Dinas PUPESDM DIY telah melakukan pengecekan menyeluruh. Mulai dari instalasi listrik, ventilasi rumah, hingga sumber gas di sekitar lokasi.
Kepala Dinas PUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti, memastikan fenomena tersebut bukan dipicu kandungan gas bumi maupun unsur mistis. Penyebabnya adalah rembesan gas metana dari septic tank dengan saluran pembuangan yang tidak sesuai standar.
Anna menjelaskan, kondisi tanah di Seyegan yang didominasi material vulkanik muda seperti pasir dan abu vulkanik membuat gas organik lebih mudah bergerak melalui pori-pori tanah dan rekahan kecil di bawah bangunan.
"Material vulkanik muda tersebut tidak memiliki kemampuan menjadi batuan sumber maupun perangkap hidrokarbon," ujarnya, Jumat 29/5/2026.
Temuan ini diperkuat hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY dan Tim Inafis Polresta Sleman. Gas metana tidak keluar ke udara bebas, tetapi justru merembes masuk dan terjebak di dalam rumah.
Kapolsek Seyegan, Pujiono, menambahkan kondisi itu membuat benda mudah terbakar seperti kain, kasur, gorden, hingga perabot rumah tangga rentan tersambar api saat konsentrasi gas meningkat.
Meski penyebab ilmiah sudah ditemukan, petugas gabungan masih terus berjaga dan melakukan pemantauan 24 jam. Pasalnya titik api baru masih muncul secara acak hingga kini.
______________________________



