Rep, Supadiyono/ foto atau narasi, dihimpun dari berbagai sumber
GUNUNGKIDUL – Gelombang tinggi menerjang kawasan pesisir Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa pagi, 11 Agustus 2026.
Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan tinggi gelombang lebih dari empat meter. Ombak besar yang datang secara tiba-tiba tidak hanya merusak sejumlah kapal milik nelayan, bahkan beberapa di antaranya sampai terseret. Luapan air laut juga masuk ke lapak pedagang dan area permukiman warga.
Kejadian mendadak itu sempat memicu kepanikan warga setempat dan para wisatawan yang tengah berada di sekitar pantai.
Kepala BPBD Gunungkidul, Budi Harjo, membenarkan adanya gelombang tinggi tersebut. Ia mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, untuk tetap waspada. "Ada informasi akan ada gelombang setinggi dua hingga empat meter, wisatawan dan nelayan mesti waspada," ujarnya.
Senada, Tim SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron juga telah memperketat pengawasan sepanjang garis pantai selama masa libur. Petugas terus memberikan imbauan melalui pengeras suara dan patroli keliling agar pengunjung tidak bermain air terlalu ke tengah atau berada di area yang sudah dipasang tanda larangan.
Menurut petugas, beberapa hari terakhir kondisi ombak di pantai selatan memang menunjukkan peningkatan yang membahayakan. Pada Senin lalu, sejumlah wisatawan di Pantai Kukup bahkan sempat tersapu ombak karena berada terlalu dekat dengan bibir pantai. Beruntung seluruh korban berhasil diselamatkan.
Pemerintah setempat mengaku telah mengedukasi wisatawan melalui media sosial bahwa dalam sepekan ke depan akan terjadi peningkatan tinggi gelombang laut di perairan selatan Samudra Hindia.
BMKG DIY memprakirakan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta memantau informasi cuaca secara berkala, mematuhi rambu peringatan, dan tidak memaksakan diri melaut maupun berenang saat kondisi laut tidak bersahabat.
_________________________________



