Rep, Supadiyino/ Sumber, Pemkab Gunungkidul (Akun Sosmed)
WONOSARI, GUNUNGKIDUL— Gunungkidul tak hanya dikenal dengan deretan pantai dan karst-nya. Kekayaan budaya di 144 dusun juga jadi perhatian serius pemerintah daerah.
Hal itu ditegaskan Bupati Gunungkidul dalam pertemuan pembinaan bersama seluruh jajaran Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul di Kantor Sekretariat Daerah, Jumat (19/6).
Bupati menekankan pentingnya sinergi dan penyamaan persepsi di internal Dewan Kebudayaan. Sebab kini, kebudayaan resmi ditetapkan sebagai salah satu pilar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD 2025–2029.
“Landasan operasional Dewan Kebudayaan sudah jelas, berpijak pada UU No. 5/2017, PP No. 87/2021, dan Perbup No. 81/2022. Tinggal bagaimana kita bergerak bersama,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyebut Dewan Kebudayaan memiliki peran vital sebagai “jembatan” aspirasi. Tugasnya menyalurkan suara pemerintah, masyarakat, dan komunitas budaya, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan strategis di Kundho Kabudayan.
Menjawab tantangan modernisasi yang menggerus tradisi, Bupati mendorong Dewan Kebudayaan segera merumuskan Quick Wins. Targetnya capaian nyata yang bisa dirasakan masyarakat dalam 4 bulan hingga satu tahun pertama masa kerja.
Langkah cepat ini diharapkan mampu menjaga kelestarian tradisi di seluruh dusun se-Gunungkidul, sekaligus membuat budaya lokal tetap relevan bagi generasi muda.
________________________________



