Rep, Supadiyono/ Sumber, Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA — Pemerintah Daerah DIY menutup APBD 2025 dengan kinerja positif. Pendapatan daerah terealisasi Rp4,869 triliun atau 100,70% dari target Rp4,835 triliun. Sementara belanja daerah terealisasi Rp4,730 triliun dari anggaran Rp5,112 triliun, atau 92,53%.
Hal itu disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memaparkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD DIY, Selasa 2/6. Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X dan kepala OPD Pemda DIY turut hadir.
Awalnya APBD 2025 diproyeksi defisit Rp277,154 miliar. Tapi karena pendapatan naik dan belanja lebih hemat, daerah justru mencatat surplus Rp138,844 miliar. Pembiayaan netto terealisasi Rp280,267 miliar dari target Rp277,154 miliar atau 101,12%. Akibatnya, SiLPA 2025 membengkak jadi Rp419,112 miliar.
*PAD jadi motor utama*
Sri Sultan menyebut PAD melampaui target. Dari anggaran Rp1,793 triliun, realisasinya Rp1,839 triliun atau 102,58%. Pendapatan transfer dari pusat dan antardaerah mencapai Rp3,022 triliun, 99,60% dari target.
Untuk Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, realisasinya Rp7,303 miliar dari anggaran Rp7,605 miliar atau 96,03%. Pos ini terdiri dari pendapatan hibah dan pendapatan lain sesuai peraturan perundang-undangan.
Surplus dan SiLPA besar ini memberi ruang fiskal lebih lega bagi Pemda DIY untuk program prioritas tahun anggaran berikutnya.
______________________________



