Rep, Supadiyono/ Mengutip dari beberapa sumber
SEYEGAN, SLEMAN — Selama tujuh hari terakhir, rumah milik Agus Yani di Seyegan, Sleman, Yogyakarta menjadi sorotan warga. Bukan karena bencana besar, melainkan rentetan kebakaran misterius yang muncul berulang kali tanpa sebab jelas.
Sejak kebakaran pertama terjadi Sabtu 23/5/2026, sedikitnya 56 titik api tercatat membakar berbagai benda. Mulai dari pakaian di beranda, sofa di halaman, kasur, perabotan, hingga sudut-sudut ruangan. Api bisa muncul siang maupun dini hari saat warga terlelap, membuat keluarga harus bergantian berjaga.
Spekulasi liar pun berkembang. Ada yang menuding instalasi listrik bermasalah, kebocoran septic tank, hingga hal-hal di luar nalar karena frekuensi kejadiannya yang tidak biasa.
Titik terang mulai muncul setelah tim gabungan dari UPN "Veteran" Yogyakarta, UGM, dan instansi terkait turun langsung melakukan investigasi ilmiah. Hasil observasi awal mengerucut pada satu dugaan: akumulasi gas metana dari bawah permukaan tanah.
Awalnya keluarga tidak mencium bau mencurigakan. Namun setelah tim Gegana menyedot septic tank, aroma gas mulai tercium samar. Penghuni rumah juga mengeluhkan pusing, mual, dan mata perih saat berada di area tertentu - gejala yang cocok dengan paparan gas.
"Gas metana mudah terbakar saat konsentrasinya cukup dan bertemu oksigen. Gas ini meresap ke benda berpori seperti pakaian, sofa, kasur, dan material bangunan. Itu yang diduga membuat benda-benda bisa tiba-tiba terbakar tanpa sumber api terlihat," jelas tim peneliti.
Pengukuran suhu pakai kamera thermal oleh tim UGM juga menemukan beberapa titik dengan suhu lebih tinggi dari lingkungan sekitar. Penelitian berlanjut dengan pengukuran kandungan metana lebih detail dan pengambilan sampel air, karena indikasi api juga muncul di jalur air dan sumur.
Para ahli menduga gas metana bergerak lewat celah tanah, saluran air, dan rongga-rongga tanah sebelum keluar ke permukaan lalu bercampur udara.
Meski penyebab utama mulai teridentifikasi, tim menegaskan penelitian belum selesai. Sumber pasti kemunculan gas dan solusi jangka panjang masih dicari agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebagai langkah darurat, keluarga diminta memperbaiki sirkulasi udara, membuka ventilasi selebar-lebarnya, dan memasang kipas/blower. Untuk sementara, keluarga Agus Yani mengungsi ke rumah sebelah demi mengurangi risiko paparan gas.
"Penjelasan dari ahli sedikit menenangkan setelah berhari-hari dihantui rasa takut dan ketidakpastian," kata Mutfiana, putri pemilik rumah.
Kasus ini jadi fenomena paling langka di Sleman beberapa tahun terakhir. Setelah seminggu dipenuhi tanda tanya, misteri puluhan kebakaran berulang akhirnya mulai terjawab lewat pendekatan ilmiah. Proses investigasi masih berjalan untuk memastikan asal-usul gas dan cara terbaik menutup ancaman yang membuat satu keluarga hidup dalam kewaspadaan tanpa henti.
--------------------------------------



