Iklan

header ads

Awal Tahun 2026 Waspadai Cuaca Ekstrim, Siklon Tropis IGGY Berkembang dari Bibit Siklon Tropis 90S

Rep, Supadiyono/ Sumber, Humas Penda DIY (Han/Sdk) 
Sunber Gambar/Foto BLOG

Yogyakarta, -- Memasuki awal tahun 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometereologi akibat cuaca ekstrem. Salah satunya, seperti dampak tidak langsung dari Siklon Tropis IGGY. 

Berdasarkan laporan BMKG, Siklon Tropis IGGY berkembang dari Bibit Siklon Tropis 90S. Adanya bibit siklon ini dan juga pengaruh dari Monsun Asia dan dinamika atmosfer disebut berpotensi meningkatkan curah hujan serta gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia. 

Siklon tropis IGGY ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 90S yang mulai terbentuk pada 29 Desember 2025 lalu, pukul 13.00 WIB (06.00 UTC) di wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung. Merujuk data terkini yang dirilis BMKG melalui media sosial Instagram @infobmkg, Siklon Tropis IGGY yang mencapai intensitas siklon tropis pada 1 Januari 2026 ini, pada Jumat (02/01/2026) pukul 13.00 WIB, posisinya berada di Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan kecepatan angin maksimum 40 knot (75 km/jam) dan tekanan minimum 996 hPa yang dinyatakan telah menjadi low atau punah. 

Pelemahan sistem ini disebabkan oleh berkurangnya dukungan parameter atmosferik yang menyebabkan penurunan kecepatan angin dan tidak menunjukkan indikasi untuk berkembang kembali menjadi siklon tropis. Hasil pantauan pun menunjukkan Siklon Tropis IGGY bergerak menjauhi wilayah Indonesia. 

Namun, meski demikian, dalam beberapa hari ke depan, sistem ini diperkirakan dapat mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan. Terutama di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Selain itu, BMKG mengungkapkan dampak tidak langsung lainnya adalah potensi gelombang kategori tinggi, yaitu sekitar 2,5-4 m yang diprediksi di Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, dan Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruangan, seperti ibadah dan aktivitas wisata. 

Di samping itu, BMKG turut menyampaikan prediksinya terkait cuaca di DIY selama periode 2-8 Januari 2026. BMKG memprediksi bahwa umumnya cuaca di DIY didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan. Namun, tetap perlu diwaspadai pula adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang. BMKG pun mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG di www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @InfoBMKG.



____________________________