Iklan

header ads

Joxzin (Jogja Islamic Never Die) Kembali Berbagi di Bulan Suci Ramadhan 2026 untuk Gunungkidul

Rep, Supadiyono/ Redaksi
Gunungkidul, _ Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh organisasi masyarakat Joxzin melalui aksi sosial pembagian takjil gratis kepada masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang mengusung nilai kepedulian sesama ini menyasar para pengendara dan warga yang melintas di kawasan keramaian.
‎Aksi bagi takjil gratis kali ini dilaksanakan secara serentak di tiga titik lokasi strategis, yakni, Rest Area Gesing, Kapanewon Panggang, Pertigaan Kapanewon Tepus, Titik Nol Alun-Alun Kota Wonosari.
‎Kehadiran para anggota Joxzin di jalanan disambut antusias oleh warga. Ratusan paket takjil ludes dibagikan dalam waktu singkat kepada masyarakat yang tengah dalam perjalanan pulang maupun mereka yang sedang menanti waktu berbuka puasa.
‎Sekretaris Jenderal (Sekjen) Joxzin Gunungkidul, Afri Susilo, menjelaskan bahwa aksi hari ini merupakan bagian dari rangkaian panjang kegiatan sosial yang telah direncanakan sejak awal Ramadan. Sebelumnya, Joxzin Gunungkidul juga telah bergerak secara masif di berbagai wilayah kecamatan.
‎"Sejak awal Ramadan, Joxzin Gunungkidul telah mengadakan bakti sosial berbagi takjil di 11 Korcam (Koordinator Kecamatan) se-Kabupaten Gunungkidul," ujar Afri Susilo saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (8/3/2026).
‎Afri menambahkan bahwa kegiatan hari ini terasa istimewa karena dilakukan bersama dengan jajaran pengurus pusat, dan mengambil  tema brigade joxzin Gunungkidul Fasha Fastabiqul khairat"Hari ini kita puncaknya kegiatan bakti takjil, bebarengan dengan pengurus Joxzin pusat DIY," imbuhnya.
‎Lebih dari sekadar berbagi makanan berbuka, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi seluruh anggota organisasi dan masyarakat luas. Melalui aksi nyata di lapangan, Joxzin ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial yang mendalam.
‎"Melalui kegiatan sederhana ini, diharapkan kita semua dapat memahami nilai-nilai kepedulian sosial serta belajar bahwa berbagi kepada sesama merupakan bagian penting dari makna Ramadan," pungkas Afri.
‎Dengan berakhirnya rangkaian puncak bagi takjil ini, Joxzin Gunungkidul berharap semangat kekeluargaan dan solidaritas antar warga semakin erat, sekaligus menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk terus menebar manfaat di bulan yang penuh berkah ini.

_Sekilas Tentang Joxzin_

Joxzin (Jogja Islamic Never Die) adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) pemuda legendaris di Yogyakarta yang terbentuk pada era 1980-an. 

Awalnya dikenal sebagai geng pelajar yang sering terlibat konflik, Joxzin kini bertransformasi menjadi kelompok yang fokus pada kegiatan sosial, keagamaan, dan anti-kejahatan jalanan. Anggotanya tersebar di wilayah Jogja dan sekitarnya. 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai Joxzin:

Asal-usul: Terbentuk akhir 1980-an, nama Joxzin sering dikaitkan dengan "Pojok Bensin" (karena sering berkumpul di pom bensin kawasan Alun-Alun Utara) atau "Joko Zinting".
Transformasi: Dari geng sekolah, Joxzin telah berevolusi menjadi ormas yang sering menggelar pengajian, selawatan, dan kegiatan sosial.

Aktivitas Saat Ini: Selain kegiatan sosial, mereka sering terlibat dalam menjaga keamanan wilayah Yogyakarta.
Kejadian Terbaru (Februari-Maret 2026): Salah satu anggota Brigade Joxzin bernama Kitin Yogatama Rustamaji (36) menjadi korban pembunuhan di Sedayu, Bantul, yang diduga karena permasalahan pribadi (sakit hati). Dua pelaku telah ditangkap oleh Polres Bantul pada awal Maret 2026. 

Organisasi ini dikenal memiliki basis massa yang cukup besar dan loyal di wilayah Yogyakarta.


______________________________