Yogyakarta, -- Perbaikan Jembatan Kewek di Kota Yogyakarta membutuhkan anggaran mencapai Rp 19 miliar. Angka ini mencakup keseluruhan struktur, termasuk penambahan penyangga yang memerlukan biaya sekitar Rp 6 miliar.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X secara intensif mendorong agar kebutuhan dana tersebut dapat dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meskipun anggaran perbaikan total masih menanti kepastian dari pusat, Sri Sultan memastikan bahwa Pemerintah DIY tidak tinggal diam. Langkah cepat telah diambil untuk melakukan perbaikan darurat guna menjamin keamanan pengguna jalan.
Sri Sultan menyoroti curah hujan tinggi yang menyebabkan penurunan permukaan tanah di sekitar jembatan. Oleh karena itu, langkah awal yang segera dilakukan adalah upaya penstabilan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah atau penurunan struktur jembatan.
“Ya, ini kan masalahnya kan ada tahapan. Semua kan pakai dasar anggaran. Untuk sementara, untuk antisipasi diperbaiki dalam konteks untuk tidak membahayakan untuk kemungkinan tanah longsor. Ya kan? Atau makin turun. Karena banyak yang turun karena banyak hujan,” jelas Sri Sultan pada Kamus (04/12) di Kantor Walikota Yogyakarta.
Langkah stabilisasi darurat ini akan didahulukan, sembari menunggu kejelasan anggaran dan hasil studi teknis lebih lanjut. "Sehingga itu yang akan dilakukan lebih dulu, sambil menunggu masalah hitungan studi dulu maupun anggarannya," tambah Sri Sultan.
SUnver, jogjaprov.go.id



