Iklan

header ads

FUI DIY: Kebebasan Berpendapat Harus Sejalan dengan Penegakan Hukum dan Tanpa Kekerasan


Sumber, Sekber/ Redaksi

Yogyakarta, – Ketua Presidium Forum Ukhuwah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta FUI DIY, M. Syukri Fadholi, mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah. Menurutnya, kebebasan berpendapat harus berjalan beriringan dengan prinsip hukum, ketertiban, dan tanpa kekerasan.[Tanggal]

Syukri menilai, dinamika sosial dan politik yang terjadi saat ini merupakan bagian dari proses demokrasi. Aspirasi maupun kritik dari masyarakat, khususnya mahasiswa, disebutnya sebagai bentuk partisipasi publik yang sah dan konstruktif.

"Keberanian mahasiswa dan masyarakat dalam menyampaikan kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Hal tersebut adalah bentuk kepedulian dan kontribusi pemikiran agar Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju dan lebih baik," ujar Syukri dalam pernyataannya di Yogyakarta, Kamis.

Meski demikian, ia menegaskan setiap bentuk penyampaian pendapat harus dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Aksi yang tertib dan damai, katanya, akan menjaga keamanan sekaligus memberikan dampak positif bagi iklim demokrasi.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas daerah, terutama Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Budaya dan Kota Pendidikan.

"Segala bentuk sikap kritis hendaknya tetap dilaksanakan secara damai, tertib, serta tidak disertai tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan maupun merusak citra Yogyakarta," tegasnya.

Di akhir pernyataan, Syukri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan agar kritik yang disampaikan dapat menjadi masukan membangun bagi pemerintah.

"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada seluruh pemimpin dan masyarakat Indonesia, sehingga setiap aspirasi yang disampaikan membawa kebaikan bagi bangsa. Semoga Yogyakarta tetap aman, damai, tertib, dan kondusif. Aamiin Ya Rabbal Alamin," pungkasnya.

-----------------------------------------------