Iklan

header ads

Gunungkidul Dipilih Jadi Percontohan Nasional Penanganan Kesehatan Jiwa, Kemenko PMK Turun Langsung

Rep, Supadiyono/ Sumber, Humas Pemkab Gunungkidul

Gunungkidul, -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada pekan ini. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari audiensi Bupati Gunungkidul dengan Menteri Koordinator PMK yang digelar minggu lalu. 

Dalam kunjungan ini, Kemenko PMK membawa tiga agenda prioritas yang menyasar langsung persoalan mendasar di masyarakat. Fokus utama yang diangkat adalah penguatan penanganan kesehatan jiwa. Gunungkidul dipilih sebagai proyek percontohan nasional untuk program ini. Pemerintah pusat akan bekerja sama dengan tim pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) guna merumuskan strategi komprehensif dalam menekan angka kasus gangguan jiwa dan bunuh diri yang selama ini menjadi perhatian serius di wilayah tersebut. Pendekatan yang dipakai tidak hanya kuratif, tetapi juga preventif melalui penguatan layanan di tingkat puskesmas hingga edukasi masyarakat.

Selain kesehatan jiwa, sektor kesehatan fisik juga mendapat perhatian khusus. Kemenko PMK memprioritaskan perluasan unit layanan cuci darah atau hemodialisa di dua rumah sakit rujukan utama, yaitu RSUD Wonosari dan RSUD Saptosari. Langkah ini diambil sebagai respons atas antrean panjang ratusan pasien gagal ginjal yang selama ini harus menunggu giliran cuci darah. Dengan penambahan unit, diharapkan waktu tunggu pasien dapat dipangkas signifikan dan kualitas hidup penderita meningkat.

Di bidang pendidikan, pemerintah pusat bersama Pemkab Gunungkidul tengah mengkaji rencana pengembangan sekolah terintegrasi di wilayah Wonosari dan Saptosari. Konsep sekolah terintegrasi ini digadang-gadang sebagai solusi strategis untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan berkualitas, terutama di wilayah yang secara geografis cukup menantang. Integrasi jenjang dan fasilitas diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan mutu lulusan.

Pihak Kemenko PMK menegaskan bahwa ketiga langkah ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan aksesibilitas layanan dasar bagi seluruh masyarakat Gunungkidul. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan akademisi seperti UGM diharapkan dapat mempercepat realisasi program sehingga manfaatnya segera dirasakan warga.


_______________________________