Sumber: Tim Sekber Media Bersama
GUNUNGKIDUL (DIY) - Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sepekan terakhir awal 2026 fokus pada penguatan administrasi pemerintahan dan pelayanan publik. Kegiatannya meliputi penyerahan SK jabatan di Ruang Rapat Handayani, memperkuat komitmen pelayanan prima, serta menandai satu tahun kepemimpinannya dengan komitmen membenahi infrastruktur dan memperhatikan petani.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kelanjutan kepemimpinan Bupati Endah Subekti Kuntariningsih yang dilantik pada tahun 2025.
Sektor Pertanian Pangan
Panen Raya di Bulurejo Semin Tembus angka 7,52 Ton/Hektar
Panen raya di Bulurejo, Semin tembus angka 7,52 ton/hektar GKP, Bupati Endah Subekti hadir langsung memberikan apresiasi dan memastikan bantuan alsintan serta pupuk tersalurkan dengan baik untuk musim tanam 2025-2026.
"Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen terus mengucurkan bantuan untuk mendukung petani. Pada tahun 2025, bantuan yang disalurkan meliputi/Benih Padi Sebanyak 108,3 ton untuk lahan seluas 4.332 hektar." papar Bupati Gunungkidul
Berdasarkan laporan Panewu Semin, Dasno, hasil ubinan padi varietas Ciherang dan: Inpari 32 di wilayah tersebut mencapai angka yang memuaskan, yakni rata-rata 7,52 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 6,5 ton per hektar Gabah Kering Giling (GKG).
Melon Hidroponik Semin Tembus Supermarket Jakarta, Panen Hanya 65 Hari
Kapanewon Semin terus menunjukkan potensinya, melalui pengembangan komoditas hortikultura, para petani di Padukuhan Kembang, Sumberejo, berhasil membuktikan bahwa diversifikasi tanaman mampu meningkatkan nilai ekonomi sektor agraria secara signifikan.
Penerapan teknologi Hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Technique) pada Green House di wilayah ini memungkinkan budidaya melon varietas unggul, seperti Talent dan Sweet Lavender, dilakukan tanpa bergantung pada faktor musim. Dengan masa tanam yang efisien selama 65 hari, produktivitas yang dihasilkan mampu mencapai 1 ton per masa panen.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum bagi penguatan kedaulatan pangan melalui modernisasi alat dan teknik bertani. Diversifikasi dari tanaman pangan ke hortikultura bernilai tinggi menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi lahan dan meningkatkan kesejahteraan petani di masa depan.
2.000 Bibit Lele Ditebar di Genjahan, Siap Pasok Kebutuhan Makan Bergizi
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, melakukan penebaran benih lele di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong. Langkah ini diproyeksikan untuk mengintegrasikan hasil perikanan lokal dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penebaran benih ini merupakan bagian dari bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diberikan kepada KDMP Kalurahan Genjahan. Ketua Pengurus KDMP, Ahmad Ruslan Hani, menjelaskan bahwa pihaknya menerima tiga paket budidaya lele tematik dengan metode bioflok dimana setiap paket terdiri dari delapan kolam berdiameter enam meter, lengkap dengan peralatan, atap, bibit, obat-obatan, serta pakan untuk satu siklus.
Satu kolam rata-rata berisi 2.500 bibit, sehingga total ada sekitar 20.000 bibit per paket. Targetnya hasil panen bisa mencapai 20 ton yang nantinya diharapkan dapat menyuplai kebutuhan lauk-pauk bagi masyarakat serta mendukung dapur Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG).
Sektor Pariwisata
Aksi Nyata Untuk Pantai Sepanjang yang Lebih Asri
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memimpin langsung aksi Apel Gotong Royong Pariwisata dan penanaman pohon pandan serta cemara udang di Pantai Sepanjang.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda bersih-bersih biasa, melainkan sebuah langkah nyata dalam mitigasi bencana dan pelestarian alam yang merujuk pada instruksi Presiden RI melalui program "Indonesia Asri", yang mana sangat selaras dengan visi "Alam Lestari" di Kabupaten Gunungkidul.
Selain fokus pada penguatan lingkungan, Pemerintah Kabupaten juga menyerahkan bantuan alat gotong royong kepada masyarakat serta menyalurkan 195 pelampung dari RS PKU Muhammadiyah Wonosari untuk mendukung operasional Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) demi menjamin keselamatan wisatawan.
Sejalan dengan itu, Pemkab merencanakan penataan UMKM yang berbasis pada kearifan lokal agar tetap memiliki daya tarik ekonomi tanpa meninggalkan identitas sejarah dan arsitektur khas Yogyakarta. Melalui langkah kolaboratif ini, masyarakat diajak untuk senantiasa menjaga tanaman yang telah ditanam serta memastikan destinasi wisata tetap bersih dari tindakan vandalisme agar pariwisata terus maju dan alam tetap terjaga.
Wota Wati Menuju Kawasan Agrowisata Istimewa
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat potensi ekonomi dan pariwisata di wilayah pedesaan. Hal ini diwujudkan melalui acara Ramah Tamah, Dialog, dan Penanaman Simbolis Bibit Kelapa yang dilaksanakan di Joglo Padukuhan Wota-Wati, Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo.
Dalam program ini, masyarakat Wota-Wati menerima bantuan dua jenis kelapa unggulan. Kelapa Genjah Pandan Wangi bantuan dari DPKP DIY dialokasikan untuk area pemukiman warga. Sementara itu, Kelapa Genjah Enthog bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul ditanam di lahan pertanian sepanjang aliran Bengawan Solo Purba.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsmenyatakan bahwa kolaborasi antara: pemerintah provinsi, kabupaten, dan warga adalah kunci kemandirian ekonomi.
"Kelapa yang kita tanam hari ini adalah investasi bagi anak cucu kita agar kelak Wota-Wati semakin makmur dan sejahtera," tegasnya.
Infrastruktur
Wajah Baru Puskesmas Tepus 1 : Siap Layani Warga 24 Jam!
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, resmi meresmikan gedung baru UPT Puskesmas Tepus 1 di Kalurahan Sidoarjo. Dibangun dengan dana DAK senilai Rp6,4 Miliar, puskesmas ini kini dilengkapi fasilitas rawat inap dan siap melayani 24 jam di wilayah pesisir Selatan.
Bupati Gunungkidul menegaskan, gedung baru harus diiringi peningkatan kualitas SDM dan pelayanan yang profesional serta humanis. Puskesmas diharapkan menjadi ujung tombak program kesehatan, mulai dari penanganan kegawatdaruratan, penurunan stunting, hingga rekam medis elektronik.
Pemkab Kabupaten Gunungkidul juga memastikan warga dengan penyakit kronis tetap mendapat jaminan pembiayaan layanan kesehatan melalui skema daerah: bila kepesertaan BPJS terhenti.
Sosial Ekonomi
Pemkab Gunungkidul Salurkan Bantuan Permakanan Siap Saji bagi 1.112 Lansia dan Anak Terlantar
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Sosial PPPA menyalurkan bantuan sosial permakanan siap saji bagi 1.112 penerima manfaat yang terdiri dari lansia terlantar dan anak-anak di seluruh wilayah Gunungkidul.
Diserahkan secara simbolis di Balai Kalurahan Gedangrejo (13/3), bantuan bernutrisi lengkap (nasi, lauk, sayur, dan buah) ini akan diantar langsung ke depan pintu rumah warga oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) selama 30 hari ke depan.
Langkah ini bukan sekadar bantuan pangan, tapi pesan nyata bahwa Pemerintah hadir dan memastikan tidak ada warga yang merasa sendirian menghadapi kesulitan. Mari kita teruskan semangat gotong royong ini.
Strategi pengendalian inflasi jelang Lebaran diperkuat
Menjaga stabilitas harga bukan sekadar soal angka inflasi, melainkan membangun fondasi kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Di tengah pertumbuhan ekonomi DIY yang mencapai 5,94% (yoy) tertinggi di Jawa Ngarsa Dalem memberikan 7 arahan strategis, termasuk penguatan rantai pasok dan optimalisasi BUMD sebagai penstabil harga.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turut melaporkan kesiapan wilayahnya melalui inovasi "Kuntul Gunung" dan gerakan "Gerbang Pagi". Meski stok pangan di Gunungkidul dalam status aman dan distribusi lancar, pemantauan ketat terus dilakukan terhadap komoditas seperti daging ayam dan telur yang mulai mengalami tren kenaikan harga.
Sinergi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) menjadi kunci agar masyarakat dapat menyambut Ramadhan: dari Idülfitri dengan tenang tanpa perlu panic buying.
_____________________________



