Iklan

header ads

Polda Jawa Tengah Mengungkap, Mayoritas Anak - Anak Pelaku Kerusuhan Di Jateng Terprovokasi Medsos

Rep, Supadiyono/ Sumber, Divisi Humas Polri

Jawa Tengah, -- Polri melalui Polda Jawa Tengah (Jateng) mengungkap bahwa media sosial menjadi salah satu sumber provokasi yang memicu aksi anarkis di sejumlah wilayah. Kondisi ini cukup memprihatinkan lantaran mayoritas pelaku kerusuhan yang diamankan justru anak di bawah umur. Melihat fakta tersebut, Polri menegaskan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan tokoh masyarakat untuk melindungi generasi muda dari pengaruh buruk konten digital, serta memastikan ruang digital tidak dimanfaatkan provokator.

Sementara itu, berdasarkan hasil penelusuran, sebagian besar pelaku pembakaran mobil di DPRD Jateng dan perusakan Pos Polisi Simpang Lima mengaku terprovokasi informasi di media sosial. Selain penegakan hukum, pihak kepolisian juga akan melakukan pembinaan dengan melibatkan dinas pendidikan, pemerintah daerah, dan lembaga terkait untuk mencegah anak kembali terjerumus.

“Peristiwa ini menjadi keprihatinan kita bersama dan menjadi pembelajaran bagi kita. Ini adalah tanggung jawab kita bersama (Polri dan masyarakat) untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Tengah,” ujar Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Dr. Latif Usman, S.I.K., M.Hum., saat konferensi pers di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Semarang, Jumat (19/9).


____________________