Iklan

SUARADJOGJA

Program Keren UMKM Salatiga Resmi Diluncurkan, Fokus Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing

Red, DMS/ Redaksi

(Dok.Foto_Dms)

SALATIGA – Program Keren UMKM Kota Salatiga resmi diluncurkan melalui rangkaian pelatihan intensif untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program yang berfokus pada layanan kemasan, merek, dan legalisasi usaha untuk peningkatan pendapatan UMKM ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Salatiga Drs. Muthoin, M.Si.

Rangkaian pelatihan dilaksanakan pada 5, 6, dan 12 Oktober 2026 di Gedung Dekopinda Kota Salatiga, pukul 08.00 – 15.00 WIB. Peserta berasal dari sektor kuliner dan mendapatkan pendampingan dengan pendekatan praktik agar materi bisa langsung diterapkan.

Turut hadir Kepala Dinas Koperasi UKM Kota Salatiga Dr. Bayu Joko Mulyono, S.Sos., M.Si. yang menyampaikan laporan pelaksanaan, serta Kepala Bidang UKM Siska Sulistiyani, S.E.

Fokus Kemasan dan Branding

Program Keren UMKM memberi perhatian khusus pada kemasan sebagai identitas produk, bukan sekadar pelindung. Peserta mendapat materi strategi kemasan, branding dan identitas produk, desain kemasan, serta teknologi dan konsep kemasan sesuai karakteristik produk.

Peserta diajak mengevaluasi kemasan eksisting, menentukan arah desain, mempertimbangkan material dan struktur, hingga konsultasi desain langsung.

Digital Marketing dan Foto Produk Berbasis AI

Penguatan pemasaran digital juga menjadi materi inti. Peserta dibekali pemahaman bagaimana produk bisa lebih mudah ditemukan, dipahami, dipercaya, dan dibeli konsumen lewat kanal digital.

Salah satu narasumber, Praktisi Digital Marketing dan Akademisi Universitas Widya Dharma Klaten, menekankan keterkaitan kualitas produk, kemasan, branding, konten, dan digital marketing.

"Produk yang baik perlu ditampilkan dengan cara yang baik pula. Karena itu peserta tidak hanya belajar membuat kemasan, tetapi juga belajar bagaimana produk tersebut dapat terlihat lebih menarik, mudah ditemukan, dan lebih siap ditawarkan," jelasnya.

Peserta juga praktik foto produk menggunakan perangkat sendiri dengan dukungan studio mini, serta optimalisasi dengan kecerdasan buatan (AI). Foto asli tetap menjadi sumber kebenaran visual. AI hanya membantu memperbaiki kualitas, membangun suasana, dan mengembangkan aset pemasaran tanpa mengubah identitas, bentuk, warna, logo, maupun informasi produk.

Dari satu foto, peserta belajar mengembangkan kebutuhan visual seperti foto lifestyle, foto suasana penggunaan, foto marketplace, visual media sosial, hingga flyer promosi dan flyer harga.

Akses Pasar dan Implementasi

Materi pengembangan usaha diisi oleh Ibu Agustini dengan topik business growth mindset, costing and pricing, strategi akses pasar, kemitraan usaha, jejaring, business pitching, business matching, dan penyusunan action plan.

Tahap akhir pendampingan diisi Ibnu Satyahadi, http://S.Sos. untuk finalisasi dan implementasi kemasan agar hasil pelatihan langsung diterapkan di produk masing-masing peserta.

Secara keseluruhan, Program Keren UMKM membangun alur pengembangan yang terhubung, mulai dari produk, kemasan, brand, konten, visual pemasaran, akses pasar, kemitraan, hingga implementasi.

Melalui layanan kemasan, merek, dan legalisasi yang dipadukan dengan digital marketing dan pengembangan bisnis, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas usaha, memperluas akses pasar, dan meningkatkan pendapatan UMKM Kota Salatiga.


(Dok.foto_dms)
----------------------------------------