Iklan

header ads

Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha Ricuh, Orang Tua Tuntut Hukuman Maksimal

Rep, Supadiyono/ Redaksi

Yogyakarta – Rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Selasa 9/6/2026, berlangsung emosional. Suasana memanas saat para tersangka turun dari mobil polisi disaksikan puluhan orang tua korban.

Penjagaan ketat petugas tak sepenuhnya meredam amarah. Orang tua yang sudah menunggu sejak pagi meneriakkan kecaman dan makian. Beberapa bahkan sempat menerobos barikade dan memukul tersangka sebelum diamankan polisi.

Perwakilan orang tua, Ismanto, menyebut rekonstruksi sebagai momen pembuktian.  
“Ini sebagai pembuktian untuk semuanya. Kami berharap tersangka yang hadir hari ini dijerat hukum seberat-beratnya,” ujarnya di lokasi.

Selain 13 tersangka yang sudah ditetapkan polisi, para orang tua mendesak 17 mantan pengasuh lain yang kini berstatus wajib lapor ikut jadi tersangka. Mereka diduga ikut terlibat praktik pengikatan anak selama di daycare.  
“Bagaimanapun mereka juga sebagai eksekutor saat mengikat anak-anak kami,” kata Ismanto.

Meski emosi memuncak, sebagian orang tua berusaha menahan diri. Imedia, perwakilan korban lain, bilang keluarga korban saling mengingatkan agar tak bertindak yang merugikan secara hukum.  
“Kita harus jaga emosi. Takutnya jadi bumerang buat kami sendiri,” ucapnya.

Puluhan orang tua hadir di sela jam kerja. Banyak di antara mereka pasangan suami istri yang terpaksa menitipkan anak di daycare karena sama-sama bekerja.

Imedia juga mengungkap dampak jangka panjangnya. Anaknya masih harus menjalani terapi psikologis 4-5 kali sepekan untuk memulihkan trauma akibat kejadian itu.

_______________________________