Rep, Supadiyono/ Sumber, Humans Penda DIY
Sleman – Peringatan 20 tahun Gempa Jogja 2006 menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah DIY untuk mengevaluasi dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Komitmen itu disampaikan dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan yang digelar Sabtu (23/05) di Lapangan Garuda, Kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, yang membacakan sambutan Gubernur DIY, menyatakan bahwa pembelajaran dari Gempa 2006 telah mendorong Pemda DIY meningkatkan kesiapsiagaan secara sistematis.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi masif kepada masyarakat. Pemda DIY juga memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen, mematangkan kesiapan personel penyelamat, serta memanfaatkan teknologi berbasis data untuk mempermudah identifikasi potensi bencana dan merumuskan langkah mitigasi.
“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemda DIY bersama seluruh pihak terkait dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana, sekaligus menunjukkan kematangan berbagai sektor dalam menghadapi potensi kebencanaan,” ujar Ni Made.
Ia menegaskan, peringatan dua dekade gempa harus menjadi tolok ukur sejauh mana daerah belajar dan bersiap terhadap risiko bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan merupakan ekosistem yang mencakup tiga hal utama: infrastruktur umum yang aman dan berfungsi saat darurat, sistem informasi dan peringatan dini yang cepat, akurat, dan mudah dipahami warga, serta pendidikan kebencanaan sejak dini.
Ni Made menambahkan, pengalaman menghadapi Gempa 2006 harus menjadi pijakan untuk membangun kebijakan kebencanaan yang lebih matang dan terarah. Kesiapsiagaan juga perlu ditanamkan sebagai budaya hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar tindakan sesaat.
Untuk memperkuat kesadaran itu, ia mengutip falsafah Jawa “eling lan waspada” dan “hamemayu hayuning bawana” sebagai pengingat. Falsafah tersebut mengajak masyarakat untuk selalu sadar terhadap situasi sekitar, waspada terhadap berbagai kemungkinan, serta menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Dengan pendekatan yang memadukan teknologi modern dan nilai budaya lokal, Pemda DIY berharap kesiapsiagaan bencana dapat menjadi bagian dari keseharian warga di wilayahnya.
___________________________



