Rep, Supadiyono/ Sumber, Penrem 072 (Pamungkas)
Yogyakarta, 23 April 2026 – Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta memasuki babak penentuan. Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan untuk menyusun RKPD DIY Tahun 2027 yang digelar di Gedhong Pracimasono, Kepatihan, Kamis pagi.
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono turut hadir bersama sekitar 60 tokoh Forkopimda, instansi vertikal, dan pimpinan daerah se-DIY. Kehadiran unsur TNI ini menegaskan komitmen menjaga sinergi sipil-militer dalam mengawal pembangunan daerah.
Mengangkat tema “Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Perwujudan Pancamulia”, Musrenbang kali ini terasa krusial. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut 2027 sebagai tahun terakhir RPJMD 2022–2027 sekaligus jadi ajang pembuktian capaian lima tahunan.
“PR kita masih ada. Kemiskinan, ketimpangan antar wilayah, dan pengangguran harus kita kejar. Program tahun depan wajib menutup celah itu dan memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan merata,” tegas Sri Sultan.
Ia meminta seluruh kabupaten/kota satu napas dengan arah kebijakan Pemda DIY. Dengan fiskal yang terbatas, belanja daerah harus efisien dan tepat sasaran.
Senada, Deputi Bidang Perencanaan Makro Bappenas Dr. Eka Chandra Buana yang hadir secara daring mengingatkan agar DIY tetap sejalan dengan agenda nasional. Pembangunan rendah karbon, penguatan UMKM, SDM unggul, infrastruktur merata, serta pengentasan kemiskinan jadi fokus 2027. Dari sisi fiskal, kemandirian daerah dan optimalisasi PAD harus dikebut.
Musrenbang juga dihadiri Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, Anggota DPD RI Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, perwakilan BI DIY, Wakapolda DIY Brigjen Pol. Eddy Djunaedi, serta para kepala daerah se-DIY.
______________________________



