Rep, Supadiyono/ Sumber, Siaran Pers
Bali, 28 April 2026 - Badan Narkotika Nasional menjadi tuan rumah _The Colombo Plan Drug Advisory Program National Secretariat Meeting 2026_ yang digelar di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, pada 28 hingga 30 April 2026.
Mengusung tema _“Enhancing Regional Cooperation for Effective and Inclusive Drug Use Response”_, pertemuan ini dihadiri 50 delegasi dari negara-negara anggota CPDAP kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia-Pasifik, dan Saudi Arabia. Forum ini bertujuan memperkuat kolaborasi internasional dan menyusun strategi bersama menghadapi permasalahan narkotika global.
Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto, menyebut forum ini sebagai momentum strategis. Menurutnya, ancaman narkotika kini semakin kompleks dengan maraknya narkotika sintetis, pemanfaatan jalur laut, serta penggunaan platform digital untuk aktivitas ilegal.
Indonesia menegaskan komitmennya melalui prinsip _“War on Drugs for Humanity”_ dengan pendekatan seimbang antara pengurangan pasokan dan pengurangan permintaan. Di sisi penindakan, BNN tegas memberantas jaringan kejahatan. Di sisi kemanusiaan, BNN memastikan pendekatan berbasis hak asasi manusia bagi penyalahguna melalui program rehabilitasi.
Untuk pencegahan, BNN memperkuat perlindungan anak dan generasi muda lewat inisiatif Ananda Bersinar. Program ini meliputi integrasi edukasi anti-narkoba dalam kurikulum, penguatan peran keluarga, pelatihan _life skills_, hingga program desa bersih narkotika.
Berbeda dari tahun sebelumnya, CPDAP 2026 fokus pada diskusi panel terkait _Drug Demand Reduction_, _Drug Supply Reduction_, serta mekanisme pendukung seperti kerja sama internasional dan berbagi pembiayaan.
Rangkaian pertemuan akan ditutup dengan _Cultural Visit_ pada 30 April 2026 ke Istana Kepresidenan Tampaksiring dan Desa Panglipuran. BNN berharap forum ini menghasilkan rekomendasi konkret dan implementatif untuk memperkuat respons global terhadap narkotika.
________________________________



