Rep, Sumarja S/Redaksi
Gunungkidul, -- Perwakilan dari pengurus OPA Organisasi Pengelola Air kawasan Desa Mulo dan Desa Duwet, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY, mengkomfirmasi serta mengakui ketidak sanggupan dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi para pelangganya. Hal ini dikarenakan mesin air rusak dan perlu biaya Rp. 30 juta untuk mengganti mesin baru. Penyampaian tersebut secara langsung didepan wartawan pada Kamis, (15/01/2026), siang.
Perlu diketahui jika organisasi ini berfungsi pengadaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan mengelola air sudah puluhan tahun untuk pelanggan Desa Mulo dan Desa Duwet, yang semula ada 600 SR (Sambungan Rumahtangga) kini tinggal 200 SR.
Menurut Marsudi, yang saat masih aktif mengelola, akhirnya menyerah karena hasil iuran tidak menutup biaya operasional
"Pengelola air, selanjutnya akan saya serahkan ke Bundes kalurahan Mulo dan Bundes Kalurahan Duwet. Karena ada PAMSIMAS. Karena saya sudah tidak mampu lagi membeli mesin air yang rusak. Butuh dana Rp. 30 juta," kata Marsudi saat ditemui di rumahnya dekat pasar Mulo, Kamis (15/1/2026).
Sebelum ada penyerahan resmi kepada pengelola baru, saat ini warga yang terdampak mulai mendaftar untuk pindah SR di bawah pengelolaan Kalurahan.
_____________________________



