Gunungkidul, --- Pada, kesempatan Minggu 3 Agustus 2025 ini Dusun Piyuyon, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, DIY, melaksanakan acara Rasulan.
Beberapa kegiatan baik seni hingga acara kenduri atau slametan digelar sesuai susunan yang telah disepakati sebelumnya. Terkait Acara Adat Kenduri atau Slametan di Dusun Piyuyon rutin terus dilaksanakan setiap tahun sekali, seperti yang disampaikan oleh Dukuh setempat, Feri Febriyanto kepada, awak media.
"Kenduri, atau slametan, adalah upacara adat Jawa yang melibatkan perjamuan makan bersama untuk memperingati suatu peristiwa, memohon berkah, atau sebagai wujud syukur," Papar Feri.
Upacara ini, lanjutnya, dihadiri oleh warga Dusun Piyuyon dan dipimpin oleh tokoh adat atau sesepuh yang dituakan. Salah satu Sesepuh menyampaikan nada yang sama terkait upacara adat tersebut.
"Benar apa yang disampaikan bapak Dukuh, bawasanya kenduri dalam rangka rasul, juga sekaligus ucap syukur terhadap Tuhan YME, atas kelimpahan sandang, pangan sehabis panen tahun ini," kata Sesepuh Dusun, selaku RW yani Wardiyo.
[Kenduri bertujuan untuk memohon keselamatan, kelancaran, dan keberkahan atas suatu hajat. Untuk kali ini kenduri atau slametan dilaksanakan merupakan ucap puji syukur terhadap Tuhan atas hasil tanaman yang sudah selesai di panen].
Sesepuh lain juga menyampaikan jika,
"Dalam kenduri, disajikan makanan khas, seperti nasi tumpeng, ingkung ayam, dan berbagai jenis makanan lainnya, yang kemudian dibagikan kepada seluruh tamu yang hadir," Kata salah satu Sesepuh Dusun, yakni Tugimin.
Kenduri itu sendiri memiliki nilai sosial yang kuat karena menjadi ajang silaturahmi, mempererat hubungan antar warga, dan menjaga kebersamaan dalam masyarakat.
Makanan dan ritual dalam kenduri seringkali memiliki simbolisme tertentu, misalnya nasi tumpeng yang melambangkan kesungguhan dalam bekerja.
Meskipun secara umum memiliki tujuan yang sama, pelaksanaan kenduri bisa berbeda-beda tergantung pada daerah dan jenis acaranya.
Kenduri merupakan tradisi yang masih lestari hingga kini, khususnya di daerah pedesaan, dan menjadi bagian penting dari warisan budaya Jawa. Di DIY, Kenduri merupakan warisan budaya takbenda.
___________