Iklan

header ads

Bentuk Komitmen, JOGJESS Gelar Bhakti Sosial untuk Anak-Anak Penerima Manfaat di Sleman


Rep/Kontributor, Supriyanto/Redaksi

Sleman DIY, Komunitas pengemudi Jogja Express (Jogjess) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar kegiatan bhakti sosial. Setelah sebelumnya mengadakan baksos di Bantul, kali ini mereka fokus pada pemberian bantuan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Acara berlangsung pada Jumat sore, 8 Agustus 2025, sekitar pukul 15.20 WIB, di Dusun Ngablak, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini juga akan berlanjut ke berbagai kabupaten lain di Yogyakarta.  

Dalam sambutannya, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Sleman, Tanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan dan semangat kepada anak-anak yang membutuhkan. Sebanyak 12 anak menjadi penerima manfaat dalam acara ini. Tanto menegaskan bahwa solidaritas antaranggota komunitas menjadi kunci utama dalam menjalankan program sosial secara berkelanjutan.  

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus peduli terhadap sesama, terutama anak-anak yang memerlukan perhatian lebih. Kami berharap bantuan kecil ini dapat memberikan dampak positif bagi masa depan mereka,” ujar Tanto.  

Kehadiran Ketua Umum Jogjess, Supriyanta, turut memeriahkan acara. Ia menyampaikan bahwa kegiatan serupa telah menjadi agenda rutin di setiap wilayah yang memiliki koordinator. Supriyanta berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di dalam komunitas Jogjess tetap terjaga, sehingga mereka dapat terus menjadi wadah yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.  

“Kami ingin Jogjess selalu solid dan diberi kemudahan dalam setiap langkahnya, agar bisa terus berbagi kebahagiaan dan membantu mereka yang membutuhkan,” kata Supriyanta.  

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga setempat, yang mengapresiasi langkah nyata komunitas pengemudi ini dalam memberikan kontribusi sosial. Banyak yang berharap agar inisiatif semacam ini dapat menginspirasi kelompok lain untuk turut serta dalam aksi-aksi kemanusiaan.  

Selain pemberian bantuan, acara juga diisi dengan berbagai kegiatan interaktif, seperti permainan edukatif dan sesi motivasi untuk anak-anak. Hal ini bertujuan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menumbuhkan semangat dan harapan baru bagi penerima manfaat.  

Dengan semangat gotong royong dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi, Jogjess membuktikan bahwa komunitas pengemudi tidak hanya berperan dalam dunia transportasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Ke depan, mereka berencana memperluas jangkauan kegiatan sosial ke lebih banyak daerah yang membutuhkan.



__________