S U A R A D J O G J A

Panen Raya 3,3 Ton Kacang Tanah, BUMKal Sidoharjo Tepus Gunungkidul Ditengah Musim Kemarau


Rep, Supadiyono/ Tim Red/ dari informasi BUMKal Sidoharjo_Tepus


GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kalurahan Sidoharjo melalui Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Maju Bersama menggelar panen raya kacang tanah, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun 2026 sekaligus upaya mendorong produktivitas pertanian dan pemanfaatan potensi lahan.

Panen raya yang berlangsung di kawasan Krapyak, di antara Pantai Slili dan Pantai Sadranan, Gunungkidul ini dihadiri oleh Panewu Tepus, Lurah Sidoharjo, Direktur BUMKal Maju Bersama beserta anggota. Kehadiran para pemangku kepentingan menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian di tingkat kalurahan.

Dari 75 Kg Benih Hasilkan 3,3 Ton:

Menariknya, budidaya kacang tanah yang dikelola BUMKal Maju Bersama mampu menghasilkan panen dalam jumlah besar. Modal benih yang digunakan secara bertahap sebanyak 50 kilogram, kemudian ditambah 25 kilogram, sehingga total benih mencapai 75 kilogram.

Dari total benih tersebut, hasil panen tercatat mencapai 3.375 kilogram atau 3,375 ton kacang tanah glondong basah.

Capaian ini dinilai menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Optimalkan Lahan Pesisir:

Lokasi penanaman di kawasan Krapyak menunjukkan adanya upaya mengoptimalkan lahan di wilayah pesisir untuk kegiatan budidaya pertanian yang produktif. Melalui program ini, Pemerintah Kalurahan Sidoharjo bersama BUMKal Maju Bersama diharapkan terus mengembangkan usaha pertanian dan membuka peluang ekonomi bagi warga.

Selain kacang tanah, BUMKal Maju Bersama juga mencatat agenda panen raya jagung hibrida dalam Program Ketahanan Pangan 2026. Data awal mencatat penggunaan benih jagung sebanyak 5 kilogram dengan hasil panen sekitar 3.750 kilogram jagung glondongan basah.

Melalui pengelolaan yang baik, dukungan kelembagaan, dan pemanfaatan lahan secara optimal, program ketahanan pangan diharapkan tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan mendorong kemandirian pangan di tingkat kalurahan.

_______________________________