Rep, Supadiyono/ Sumber, Korem 072 Pamungkas
SLEMAN - Korem 072/Pamungkas mendukung sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan perguruan tinggi dalam memperkuat resiliensi kelompok rentan terhadap paparan paham ekstremisme.
Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, http://S.Sos., http://M.Han., mewakili Danrem 072/Pamungkas, dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala BNPT dengan pimpinan perguruan tinggi se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan yang mengusung tema _“Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pemulihan Psikologis dan Pembangunan Resiliensi Korban serta Kelompok Rentan”_ itu berlangsung di Pendopo Parasamya, Kompleks Kantor Bupati Sleman, Jumat (2/10/2026).
Kepala BNPT Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa perempuan, remaja dan anak merupakan kelompok yang memiliki kerentanan tinggi terhadap paparan paham ekstremisme. Ruang digital juga menjadi perhatian karena dapat dimanfaatkan untuk propaganda, perekrutan, maupun penyebaran ideologi kekerasan.
Menurutnya, penanganan kelompok rentan tidak hanya melalui pendekatan hukum, tetapi juga membutuhkan rehabilitasi dan pemulihan yang menyentuh lingkungan terdekat, seperti keluarga, sekolah, dan lingkungan tempat tinggal. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui ilmu pengetahuan, riset, pendidikan, pendampingan psikososial, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Gubernur DIY melalui sambutan yang dibacakan Kepala Badan Kesbangpol DIY Lilik Andi Aryanto, S.I.P., M.M., menegaskan bahwa pencegahan ekstremisme harus dilakukan jauh sebelum kekerasan terjadi, terutama pada ruang tempat cara berpikir, identitas, dan relasi sosial berkembang. Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi penting sebagai ruang dialog, pengembangan berpikir kritis, dan pembelajaran untuk menghargai perbedaan.
Sebanyak 14 perguruan tinggi di DIY menandatangani MoU dengan BNPT, yakni UGM, UIN Sunan Kalijaga, UII, UNY, UAD, Universitas Sanata Dharma, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Proklamasi 45, Universitas Cendekia Mitra Indonesia, dan Universitas Islam Mulia Yogyakarta.
Kerja sama tersebut selanjutnya diarahkan pada program nyata, termasuk pelibatan mahasiswa, khususnya dari bidang psikologi, untuk mendukung pendampingan psikososial, pemulihan korban, dan penguatan resiliensi di lingkungan satuan pendidikan maupun kelompok rentan.
_______________________________