Rep, Supadiyono/ Sumber, Pendam lV Diponegoro
Karanganyar -- Ziarah ke makam Presiden ke-2 RI Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro.
Ziarah menjadi momentum untuk mengenang dan memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh TNI yang telah memberikan pengabdian panjang bagi bangsa dan negara. Di Astana Giri Bangun, penghormatan diwujudkan melalui prosesi tabur bunga dan doa bersama di pusara.
Kehadiran jajaran TNI mencerminkan kesinambungan antara generasi pendahulu dan generasi penerus dalam menjaga nilai pengabdian, disiplin, dan loyalitas kepada bangsa dan negara.
Bagi Kodam IV/Diponegoro, kegiatan ini menjadi refleksi perjalanan pengabdian prajurit. Mengenang pendahulu bukan sekadar melihat masa lalu, tetapi mengambil keteladanan untuk menjawab tantangan tugas masa kini dan mendatang.
Momentum HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro ini sekaligus meneguhkan kembali komitmen prajurit untuk menjaga kehormatan, mengabdi kepada bangsa dan negara, serta senantiasa hadir untuk rakyat.
Dalam ziarah tersebut, Panglima TNI didampingi langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., http://M.Han., beserta jajaran pejabat utama TNI.
Rombongan berziarah ke pusara Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar TNI Purnawirawan Soeharto. Prosesi diawali dengan penghormatan, dilanjutkan tabur bunga dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian panjang almarhum kepada bangsa dan negara.
Ziarah ini menjadi simbol kesinambungan antara generasi pendahulu dan generasi penerus TNI. Nilai-nilai pengabdian, disiplin, dan loyalitas yang diwariskan diharapkan menjadi teladan bagi prajurit dalam menjawab tantangan tugas masa kini dan mendatang.
Bagi Kodam IV/Diponegoro, momentum ziarah di Giri Bangun ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen prajurit dalam menjaga kehormatan, mengabdi kepada bangsa dan negara, serta senantiasa hadir untuk rakyat.
Dari Giri Bangun Karanganyar, nilai pengabdian lintas generasi terus diwariskan sebagai bekal prajurit dalam melanjutkan dharma bakti kepada Indonesia.
---


