Red, DMS/ Redaksi
BATAM — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan pelatihan Mempercepat Daya Saing Melipatgandakan Omzet UMKM pada 14–16 Oktober 2026 di Hotel Golden View, Kota Batam. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Azwandi, S.E., M.M., tersebut diikuti 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Karimun.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Tahun Anggaran 2026 yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Riau. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola usaha, meningkatkan efektivitas pemasaran, serta menghadapi persaingan pasar yang semakin dinamis.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang diikuti 30 peserta. Ketua Panitia, Roviyanty, S.T., M.M., menjelaskan bahwa peningkatan jumlah peserta menjadi 40 orang merupakan upaya memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM di Kepulauan Riau untuk memperoleh pembelajaran dan meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan usaha.
Menguatkan Kompetensi Bisnis dan Pemasaran Digital
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Azwandi, S.E., M.M., menyoroti perubahan dunia perdagangan yang berlangsung cepat, persaingan usaha yang semakin ketat, serta perubahan pola konsumsi masyarakat. Perkembangan teknologi digital membuka peluang sekaligus tantangan bagi pelaku UMKM. Karena itu, peningkatan kemampuan beradaptasi, inovasi produk, dan penguatan strategi pemasaran menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika pasar.
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, dr. T. Afrizal Dachlan, M.M., turut hadir dalam rangkaian pembukaan kegiatan. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan legislatif tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan kapasitas UMKM dan penguatan daya saing produk lokal di Kepulauan Riau.
Untuk mendukung tujuan tersebut, pelatihan menghadirkan dua narasumber dengan kompetensi yang saling melengkapi, yakni Tarso, S.E., M.M., M.Pd., dan Ima Dewi Nurmamukti, S.Fil.I. Tarso merupakan praktisi digital marketing sekaligus akademisi yang mengajar pada Program Studi Bisnis Digital, Universitas Widya Dharma Klaten, Jawa Tengah. Kompetensinya di bidang pemasaran digital menjadi bekal dalam pembelajaran strategi pemasaran, periklanan digital, pengembangan merek, dan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung pertumbuhan usaha.
Sementara itu, Ima Dewi Nurmamukti merupakan praktisi optimasi marketplace yang membagikan perspektif mengenai pemanfaatan platform perdagangan digital untuk mendukung penjualan UMKM. Keahliannya relevan dengan kebutuhan pelaku usaha dalam mengoptimalkan kanal penjualan, meningkatkan kualitas tampilan produk, serta memperkuat strategi pemasaran melalui marketplace.
Rangkaian pelatihan disusun dalam tiga tema utama, yaitu Profit & Offer, Channel, System & Advertising, serta Conversion, Story & AI Growth. Ketiga tema tersebut menghubungkan aspek pengelolaan keuntungan, pengembangan sistem usaha, dan optimalisasi pemasaran digital sehingga peserta memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai pengembangan bisnis.
Pada hari pertama, peserta mempelajari evaluasi dan diagnosis usaha, menu engineering, optimasi margin, serta strategi harga dan bundling. Materi tersebut membantu peserta mengevaluasi produk yang ditawarkan, memahami struktur biaya, dan menyusun strategi harga yang lebih sesuai dengan kondisi usaha serta kebutuhan pasar. Dengan pemahaman tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat mengambil keputusan bisnis berdasarkan pertimbangan yang lebih terukur.
Hari kedua berfokus pada optimasi kanal penjualan, penyusunan rencana pertumbuhan usaha (scaling plan), penguatan standar operasional prosedur (SOP) dan kapasitas usaha, serta strategi periklanan digital lanjutan. Pembelajaran ini diarahkan untuk membantu pelaku UMKM memperluas saluran pemasaran sekaligus mempersiapkan sistem kerja agar mampu mendukung perkembangan usaha secara lebih tertata.
Pada hari ketiga, kegiatan berlanjut dengan materi video dan live selling, praktik produksi live selling, storytelling merek dan loyalitas pelanggan, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) untuk pemasaran. Peserta juga diarahkan untuk menghasilkan rancangan konten, naskah penjualan, variasi materi promosi, dan rencana konten yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan usaha masing-masing.
Pendekatan berbasis praktik menjadi bagian penting dalam pelatihan ini. Peserta tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga mengerjakan latihan dan menyusun hasil kerja yang relevan dengan kondisi bisnis mereka. Melalui proses tersebut, strategi produk, penetapan harga, pengelolaan usaha, dan pemasaran digital diharapkan dapat diterapkan secara lebih terintegrasi.
Mendorong UMKM Lebih Adaptif dan Kompetitif
Salah satu peserta, Puteri Handayani, mengikuti kegiatan ini bersama pelaku UMKM lainnya dari berbagai wilayah di Kepulauan Riau. Partisipasi pelaku usaha dari lima kabupaten dan kota tersebut diharapkan memperluas akses pembelajaran sekaligus mendorong penerapan strategi bisnis yang sesuai dengan karakteristik produk dan pasar masing-masing.
Pemanfaatan teknologi digital dan AI menjadi salah satu aspek yang relevan dalam pengembangan pemasaran UMKM. Teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha menghasilkan ide konten, menyusun materi promosi, dan mengembangkan variasi komunikasi pemasaran. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik pelanggan, keunggulan produk, dan tujuan usaha agar aktivitas pemasaran memiliki arah yang jelas.
Selain memperluas pemasaran, pelaku UMKM juga perlu menjaga kualitas produk, mengendalikan biaya, mengelola keuangan, dan memastikan kesiapan kapasitas operasional. Peningkatan penjualan yang tidak diimbangi pengelolaan usaha yang baik dapat menimbulkan kendala dalam pemenuhan pesanan dan menjaga kualitas pelayanan. Oleh sebab itu, penguatan strategi pemasaran perlu berjalan seiring dengan pembenahan proses bisnis.
Melalui pelatihan Mempercepat Daya Saing Melipatgandakan Omzet UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau berharap pelaku UMKM semakin siap menghadapi perubahan pasar, memanfaatkan perkembangan teknologi, dan memperluas peluang pemasaran. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan mendukung daya saing produk lokal serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah.
_______________________________