Iklan

header ads

Polda DIY Masih Selidiki Dugaan Malpraktik RSUD Prambanan, 5 Saksi Sudah Diklarifikasi


𝙍𝙚𝙙, 𝙎𝙪𝙥𝙖𝙙𝙞𝙮𝙤𝙣𝙤/ 𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞
Yogyakarta - Bid Humas Polda DIY melalui Penmas AKBP Verena menyampaikan perkembangan terbaru terkait kasus dugaan malpraktik di RSUD Prambanan. Keterangan tertulis itu disampaikan kepada awak media pada Jumat, 05/06/2026.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Polda DIY belum menaikkan statusnya ke penyidikan karena masih mengumpulkan keterangan dan bukti awal.

Sejauh ini penyidik telah meminta klarifikasi terhadap 5 orang saksi. Mereka terdiri dari orang tua korban, perangkat desa, pihak posyandu, serta tenaga medis puskesmas.

Proses klarifikasi belum selesai. AKBP Verena menyebut Polda DIY menjadwalkan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lainnya pada minggu depan.

Siap, ini versi narasi berita dari kronologi yang kamu kasih. Tinggal pilih gaya yang mau dipakai:

𝙎𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙗𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙠𝙖:

Kematian N, balita berusia 3 tahun asal Bantul, DIY, usai menjalani CT Scan di RSUD Prambanan memicu tanda tanya. Keluarga menduga ada kelalaian medis setelah kondisi anak yang sebelumnya sehat justru memburuk pasca menerima tiga kali suntikan sedasi.

N dibawa ke RSUD Prambanan pada 27 April 2026 untuk pemeriksaan lanjutan terkait dugaan mikrosefali. Menurut sang ibu, saat tiba di rumah sakit kondisi N aktif, ceria, dan tidak menunjukkan tanda sakit serius.

Sebelum CT Scan, N mendapat tiga kali suntikan obat penenang melalui infus. Pada suntikan kedua, balita itu sempat menangis dan meminta pulang. Usai suntikan ketiga, N tertidur dan dibawa ke ruang pemeriksaan.

Namun sesaat setelah keluar dari ruang CT Scan, kondisinya mendadak memburuk. N muntah, tidak sadarkan diri, kejang, dan muncul lebam di bawah mata. Tim medis lalu memindahkannya ke ICU dan memasang ventilator.

Meski sempat dirawat intensif, N dinyatakan meninggal dunia pada dini hari 28 April 2026.

Keluarga menilai ada kejanggalan, terutama prosedur pemberian sedasi 3 kali. Mereka juga mempertanyakan belum adanya penjelasan rinci penyebab kematian dari pihak rumah sakit. 

Kasus ini kini telah dilaporkan ke Polda DIY dan tengah diselidiki untuk mengungkap potensi pelanggaran SOP. Sementara itu, RSUD Prambanan menyatakan seluruh tindakan medis yang dilakukan sudah sesuai standar operasional yang berlaku.


________________________________