Rep, Supadiyono/ Redaksi
Gunungkidul – Kenaikan harga oli sejak sebulan terakhir membuat pemilik bengkel di Gunungkidul mengeluh. Salah satunya diungkapkan Fatma, pemilik bengkel, yang menyebut banyak konsumen memilih menunda penggantian oli setelah tahu harganya naik cukup besar.
Menurut salah satu pemilik bengkel di Jalan Baron, Gunungkidul, harga oli mulai merangkak naik sejak April 2026 lalu. Kenaikannya terjadi bertahap dan kini mencapai 10 hingga 20 persen. Secara nominal, rata-rata naik Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per botol.
“Sejak harga naik, tak sedikit konsumen yang urung ganti oli. Banyak juga yang beralih ke merek lebih murah,” ujarnya.
Meski harga naik, para pemilik bengkel memastikan stok oli tetap aman dan tidak terjadi kelangkaan. Saat ini bengkelnya menjual oli dengan rentang harga Rp 45.000 hingga Rp 150.000, tergantung merek.
Kenaikan harga ini dikeluhkan karena langsung memengaruhi keputusan konsumen. Bengkel berharap ada stabilitas harga agar aktivitas servis tidak ikut sepi.
___________________________________



