Rep, Supadiyono/ Redaksi
Sleman — Pembangunan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan di Jl. Bibis, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Minggu 3/5/2036.
Puncak acara ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, http://M.Si. Prosesi tersebut didampingi langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Condrokirono, dan Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. Sebagai simbol dimulainya proyek, Kapolri juga menandatangani prasasti pembangunan.
Dalam laporannya, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menyampaikan bahwa kompleks Mapolda DIY akan berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektare. Lahan berstatus Sultan Ground tersebut merupakan hibah hak pakai dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Lokasinya berada di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Sleman.
“Mapolda DIY mengusung konsep pembangunan modern yang humanis, mengacu pada Pedoman Pembangunan Polri Tahun 2025. Gedung ini didesain tidak hanya untuk mendukung tugas kepolisian, tetapi juga menyediakan ruang pelayanan yang terbuka, nyaman, dan representatif bagi masyarakat,” tegas Irjen Anggoro.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai momentum ini sebagai langkah strategis bagi misi Polri ke depan. Menurutnya, tantangan keamanan kini tidak lagi sekadar bersifat konvensional yang mengandalkan kekokohan fisik. “Keamanan modern harus tumbuh secara lentur dan waskito, agar mampu membaca tanda-tanda zaman sebelum tantangan itu menjelma menjadi gangguan nyata,” tutur Sri Sultan.
Ia berharap Mapolda DIY dapat menjelma sebagai pusat keamanan yang utuh. Artinya, mampu memperkuat keamanan konvensional sekaligus tangguh menghadapi tantangan di ranah siber. “Gedung ini dirancang bukan sekadar sebagai ruang kerja, melainkan sebagai arsitektur peradaban masa depan,” tambahnya.
Lebih jauh, Sri Sultan menegaskan makna kehadiran kantor polisi di tengah masyarakat. “Kehadiran kantor polisi sejatinya adalah representasi dari kehadiran negara di tengah ruang publik untuk menjamin rasa aman dan harmoni. Bangunan ini adalah simbol komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat, menjadi rumah bagi keadilan, dan menjadi benteng bagi kemanusiaan,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pembangunan ini adalah wujud kolaborasi nyata antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah DIY, dan Keraton Yogyakarta. Ia menyebut, desain Mapolda DIY yang baru sengaja dibuat ramah dan terbuka. Konsep ini merujuk pada akar kata “Polis” yang berarti kota atau ruang bersama.
“Gedung bukan sekadar kemegahan fisik, melainkan simbol perubahan menuju Polri yang lebih modern, transparan, dan akuntabel,” ujar Kapolri. Ia juga menekankan bahwa fasilitas baru harus dibarengi dengan perubahan mentalitas. “Fasilitas modern wajib diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kecepatan merespons keluhan masyarakat.”
Mengakhiri sambutannya, Kapolri berpesan agar pengabdian anggota Polri di DIY berlandaskan falsafah Jawa. “Pembangunan dan pengabdian anggota Polri di wilayah ini harus berlandaskan semangat Memayu Hayuning Bawono, memperindah keindahan dunia serta menjaga harmoni,” pungkasnya.
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri jajaran pejabat tinggi Polri, di antaranya Aslog Kapolri Irjen Pol Suwondo Nainggolan dan Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. Hadir pula Forkopimda DIY, Danlanal Yogyakarta, para Bupati dan Walikota se-Provinsi DIY, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainya.
______________________________



