Rep, Supadiyono/ Redaksi
YOGYAKARTA – Publik dikejutkan oleh dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah tempat penitipan anak di Kota Yogyakarta. Kasus ini viral setelah para orang tua membagikan kesaksian dan bukti melalui media sosial.
Semua bermula dari ulasan di Google Maps. Dari sana terungkap dugaan perlakuan kejam pengasuh: anak diikat, diseret, hingga dipukul saat berada dalam pengawasan daycare.
Salah satu orang tua bercerita, Juli 2023 lalu ia menemukan bekas cubitan di lengan anaknya. Awalnya pihak daycare berdalih anak hanya gatal. Pengakuan baru muncul setelah orang tua mengancam akan membawa anak ke rumah sakit untuk visum.
Yang membuat warga makin marah, muncul dugaan anak-anak diminta bungkam. Mereka diduga diajari untuk tidak menceritakan kejadian di daycare kepada orang tua, agar kekerasan itu tetap tersembunyi.
Saat ini lokasi daycare telah dipasangi garis polisi. Kabar penggerebekan oleh aparat memperkuat bahwa kasus ini ditangani serius. Namun warganet menyoroti langkah pengelola yang diduga menghapus ulasan buruk dan menutup akun media sosial, seolah berusaha menghilangkan jejak.
Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Nurcahyo Nugroho, mengecam keras. Ia menyebut tindakan ini melanggar hak asasi dan keamanan anak. “Saya minta polisi usut tuntas. Orang tua yang anaknya jadi korban, segera lapor,” tegasnya, Sabtu 25/4/2026.
Nurcahyo juga mendesak Pemkot memperketat pengawasan PAUD lewat Dinas Pendidikan. Ia meminta DP3AP2KB segera mendampingi anak korban agar pulih dari trauma.
Ia menambahkan, DPRD sedang membahas Raperda Penyelenggaraan Kota Layak Anak. Harapannya, kasus ini tidak mencoreng citra Yogyakarta sebagai Kota Pelajar yang aman dan ramah anak. Seluruh lembaga yang menangani anak, kata dia, wajib mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.
-------------------------------------------------------



