Gunungkidul, --- Kawasan wisata pantai Ngrenehan, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, mendesak untuk dibenahi karena area pantai sudah tidak mewadahi. Pantai yang awalnya dibuka untuk para nelayan pada tahun delapanpuluhan saat ini juga menjadi obyek wisata.
Di musim liburan, lahan pantai yang sempit, membuat para wisatawan tidak nyaman karena ada sekitar 90 perahu nelayan saat parkir menutup area pantai hingga pengunjung harus menunduk atau menginjak parahu untuk menuju pantai.
"Saya selaku nelayan dan punya warung yang sempit ini, juga merasa tidak nyaman dengan keadaan pantai Ngrenehan akhir-akhir ini. Kasihan dengan pengujung. Harus melewai banyak perahu untuk menuju pantai," kata mbah Liwung, nelayan dan pemilik warung, kepada reporter saat ditanya keadaan pantai Ngrenehan saat ini, Sabtu (19/7/2025).
Menurut mbah Liwung, Pemerintah Daerah Gunungkidul harus segera menata kembali lingkungan pantai Ngrenehan, karena di wilayah ini ada dua pengelola yaitu Dinas Kelautan dan Dinas Pariwisata. Kedua dinas itu sama-sama memungut retribusi. Dinas Kelautan memungut hasil dari nelayan sementara Dinas Pariwisata memungut retribusi pengunjung.
"Intinya harus ada pelebaran area pinggir pantai. Dan ada penetaan ulang. Bukan sekadar ditoto saja. Kalau ditoto saja itu tidak adil. Kalau ditata ulang dibuatkan kios sesuai yang ada saat ini dengan ukuran kios sama dan diundi. Dan nanti masih ada sisa ruang untuk pengunjung," jelas mbah Liwung.
Pemikiran mbah Liwung itu sederhana tapi masuk akal untuk dijadikan solusi.Tinggal niat baik pihak Pemerintah Daerah menindaklanjuti. Toh nanti modal yang dikeluarkan bisa kembali lewat retribusi.
(rep. marja)