YOGYAKARTA – Harga emas mengalami tekanan dalam sepekan terakhir baik di pasar global maupun domestik. Koreksi beruntun terjadi di tengah penguatan Dolar AS dan gejolak harga minyak dunia.
Kondisi Terkini – 23 Oktober 2026:
1. Emas Dunia:
Harga spot emas ditutup di level *US$ 4.024,51 per troy ons pada Kamis (22/10)*, anjlok 2,81% dari hari sebelumnya. Pada perdagangan Jumat pagi, harga sempat menyentuh level rendah di bawah US$ 4.000, tepatnya *US$ 3.986,83 per ons* sebelum kembali stabil di atas US$ 4.023 per ons. Ini menjadi penurunan terjal terdalam sejak Juni dan level terendah sejak awal Agustus 2026.
2. Emas Antam:
Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini, Jumat (23/10/2026), kembali turun *Rp10.000 menjadi Rp2.540.000 per gram*. Ini memperpanjang koreksi lima hari beruntun sejak Senin (20/10). Pada Kamis (22/10) sebelumnya, harga masih di Rp2.550.000 per gram. Harga buyback juga anjlok Rp30.000 menjadi Rp2.335.000 per gram pada hari ini.
3. Emas Galeri24 & UBS:
Di Pegadaian, harga emas Galeri24 ukuran 1 gram berada di Rp2.499.000 dan UBS di Rp2.524.000 per gram pada perdagangan 23 Oktober 2026.
Penyebab Harga Emas Turun:
a. Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi:
Lonjakan harga minyak Brent hingga US$ 113 per barel pasca serangan Houthi ke fasilitas energi Arab Saudi memicu kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi lebih lama. Kondisi ini meningkatkan opportunity cost memegang emas sebagai aset tanpa bunga (non-yielding asset).
b. Aksi Likuidasi Pasar Saham:
Kejatuhan saham teknologi dan AI memicu aksi jual lintas aset. Investor terpaksa melikuidasi emas untuk memenuhi margin call, meskipun sebagian dana mengalir ke obligasi AS.
c. Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di *US$ 5.405 pada 29 Januari 2026*, dan kini sudah terkoreksi 25,5% di bawah level tersebut, sehingga aksi ambil untung masih mendominasi.
Timred/ Sumber:
- http://GoldPrice.com & Logam Mulia untuk harga spot dunia 23 Oktober 2026
- http://Investor.id & MPN Indonesia untuk harga Antam 23 Oktober 2026
- CNBC / Reuters terkait driver geopolitik & The Fed
____________________________