Red, Kontributor Adit/ Redaksi
GUNUNGKIDUL - Pengelola pasar malam di Padukuhan Karangawen, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, mendapat pesan WhatsApp dari seorang pria yang mengaku sebagai koordinator P2TL.
Dalam tangkapan layar percakapan yang diterima redaksi, pria tersebut memperkenalkan diri dengan nama Imam. Ia menyebut akan melakukan pemeriksaan penggunaan listrik dan berencana melakukan pemadaman.
"Sy koordinator P2TL," tulisnya dalam satu pesan. Pada pesan lain ia menulis, "Sya mau ke lokasi mas izin padamin."
Percakapan tidak berhenti di situ. Pria tersebut kemudian meminta sejumlah uang untuk membeli rokok bagi tim yang akan datang ke lokasi. "Nanti kirim buat mereka roko2 mas nanti d kirim rek nya ms," tulisnya.
Tak lama setelah itu, ia mengirimkan nomor rekening atas nama Muhamad Imam S melalui WhatsApp.
Pengelola pasar malam tidak langsung memenuhi permintaan tersebut. Ia justru meminta agar pihak yang mengaku petugas itu datang langsung ke lokasi untuk koordinasi.
Kepada pengaku P2TL tersebut, pengelola juga menjelaskan penggunaan listrik di lokasi. Saat pasar malam tutup, listrik PLN hanya dipakai untuk lima lampu dan dua unit freezer. Sementara saat operasional pasar malam berlangsung, kebutuhan listrik dipenuhi menggunakan genset pribadi.
Redaksi juga menerima informasi tambahan berupa voice note yang menyebut bahwa Imam bukan merupakan petugas P2TL. Namun hingga berita ini diterbitkan, informasi dalam voice note tersebut belum dapat diverifikasi secara independen mengenai sumber dan kebenarannya.
Hingga kini, status Imam sebagai petugas maupun koordinator P2TL PLN belum terverifikasi. Redaksi juga belum memperoleh surat tugas, dasar pemeriksaan, maupun keterkaitan antara rekening yang dikirim dengan penugasan resmi PLN.
Pihak redaksi masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi PLN, pihak bernama Imam, maupun pihak terkait lainnya.
Sementara itu masyarakat diimbau agar tidak terburu-buru memenuhi permintaan pembayaran atau pemberian dalam bentuk apapun dari pihak yang mengaku petugas PLN tanpa identitas yang dapat diverifikasi.
Warga diminta meminta kartu identitas resmi, surat tugas, dan melakukan konfirmasi melalui kanal resmi PLN di Call Center 123 atau aplikasi PLN Mobile. Masyarakat juga diimbau menyimpan bukti komunikasi sebagai bahan pelaporan jika menemukan kejadian serupa.
Catatan Redaksi:
_Berita ini disusun berdasarkan bukti tangkapan layar WhatsApp dan informasi yang diterima redaksi. Redaksi tidak menyimpulkan telah terjadi tindak pidana dalam peristiwa ini._


