Iklan

header ads

Grebeg Besar Gunung Wijil 2026: Ritual Lintas Agama di Gunungkidul Perkuat Persatuan Bangsa



Rep, Supadiyono/ Sumber, Humas Pemkab Gunungkidul
GUNUNGKIDUL – Masyarakat Kapanewon Ngawen kembali menggelar ritual adat tahunan Grebeg Besar Gunung Wijil pada Kamis Kliwon, 28 Mei 2026. Acara yang dipusatkan di Padukuhan Gudang, Kelurahan Kampung, ini menjadi momentum permohonan berkah sekaligus penguat tali persaudaraan antarumat beragama di Gunungkidul.

Grebeg Besar bukan sekadar rutinitas tahunan. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa *Raden Ngabehi Jayakrama*, bagian dari Bergada Kawandajaya Alap-alap Pangeran Sambernyawa yang dikenal gigih melawan penjajah demi mempertahankan ibu pertiwi. Nilai kepahlawanan itu dihidupkan kembali melalui prosesi adat yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Yang membuat acara tahun ini istimewa adalah partisipasi aktif warga dari berbagai latar belakang agama. Umat Islam, Hindu, Kristen Jawa, Katolik, hingga Muhammadiyah turut hadir bersama para pelajar, menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu menjadi ruang pertemuan yang inklusif.

Bupati Gunungkidul, *Endah Subekti Kuntariningsih*, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan pentingnya kebudayaan sebagai alat pemersatu bangsa. 

“Kebudayaan adalah alat pemersatu bangsa di bawah bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya di sela kegiatan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pekerjaan Umum telah mengalokasikan anggaran sekitar *Rp300 juta* untuk rehabilitasi jalan menuju kawasan Gunung Wijil. Pemerintah juga resmi memasukkan upacara Grebeg Besar ke dalam kalender event tahunan daerah, sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mendorong potensi wisata lokal.

Dengan semangat gotong royong dan keberagaman, Grebeg Besar Gunung Wijil 2026 kembali menegaskan bahwa warisan leluhur masih relevan untuk merajut persatuan di tengah masyarakat modern.

------------------------------------------