Rep, Supadiyono/redaksi
Gunungkidul, __ Sekolah tempat belajar anak, Taman Kanak-kanak Negeri (TKN) Dusun Purworejo, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DIY, kembali terendam air usai diguyur hujan kurang lebih tiga hari. Genangan ini terjadi terus berulang setiap tahun disaat musim hujan.
Sebelumnya, pemerintah gunungkidul telah merealisasikan anggaran untuk mengatasi dengan cara pengeboran. Anggaran tersebut yakni anggaran Tahun 2023, untuk membiayai prosesi pengeboran melalui DPUPRKP Gunungkidul. Kala itu petugas telah melakukan survey mencari jalur air (Luweng) dan menentukan ketepatan titik pengeboran yang akan di laksanakan. Harapanya, Luweng tersebut mampu menyerap air genangan yang setiap musim selalu terjadi, di area tempat belajar anak tersebut.
Berdasarkan pantauan, pada kenyataanya usai diguyur hujan kurang lebih Tiga Hari, yakni pada tanggal 8, 9 dan 10 Januari 2026 lalu, titik pengeboran tidak bisa menyerap air atau belum efektit. Air masih tetap menggenang. Ada kemungkinan titik yang di bor tidak terhubung dengan Luweng, atau ada faktor lain yang menyumbat.
Hal tersebut dibenarkan oleh Lurah Semugih Suyoto, melalui sambungan telephone Whatsapp, pada (11/01/2026) siang.
"Benar, genangan air hujan masih seperti semula," Kata dia.
Lebih lanjut Lurah Semugih menyampaikan jika, pengeboran kala itu dilakukan diharapkan agar dapat menyerap air yang menggenang usai hujan di area tempat pendidikan anak, TKN dan PAUD di Dusun Purworejo, Semugih ini.
"Kami berharap, pemerintah kabupaten bersedia membenahi kembali, agar dampak dari hujan ini tidak mengganggu tempat belajar anak-anak, di wilayah kami," harapan Lurah Semugih.
____________________________



